4dhoki
Cerita Dewasa

Main Dengan Istri Temanku Hingga Hamil

Main Dengan Istri Temanku Hingga Hamil
Main Dengan Istri Temanku Hingga Hamil

 

Aku punya teman baik, teman karibku di kantor. Sekarang dia sdh pindah ke kantor lain yg menawarkan offering lebih bagus. Tp kami masih berhubungan baik karena kami berdua punya side job sebagai fotografer pre-wedding. Dari sinilah aku menjadi akrab dgn keluarganya, meskipun sebaliknya tdk.
Aku yg tinggal sendiri merantau di Jakarta tdk banyak yg bisa dishare ke temanku ini, malah justru mereka yg kuanggap sebagai keluargaku. Dgn keakraban kami, aku jg kenal baik dgn istrinya. Mereka menikah 3 tahun yg lalu. Namun hingga kini belum dikaruniai dgn buah hati oleh Tuhan.
Mereka seringkali ribut dan kawanku ini suka curcol soal hal ini. Hingga suatu ketika, sehabis sesi foto prewedding di daerah Pantai Indah Kapuk, kawanku berkata
“Brey, gue udah kenal lo berapa lama sih?”
“Ya dari gue masuk PT XXXX, lo kan udah lama disana yg punya kantor. EEEmmmm… berapa lama ya? lima tahun kali?”
“Iya, selama ini gue udah nyaman banget bareng sama lo, kerja sama lo, gila-gilaan jg sama lo” Heummmm… apaan nih, jangan-jangan ntar dia bilang, dia gay trus suka sama gue.
“Wah kenapa nih brey, tumben lo aneh begini?”
“Gini brey, gue ada satu permintaan sama lo. Lo tau kan gue sama istri gue udah 3 tahun married tp belom punya anak. Gue berdua udah cek ke dokter dan kondisi gue sama istri gue sebenernya sehat kok”
“Ya udah laahhhhh” kupikir dia mau bilang apaan.
“Mungkin belom dikasi sama Tuhan, kali-kali aja lo disuruh senang-senang dulu brey, lo berdua kan kerja, jabatan bagus, gaji jg bagus, lo berdua bahkan sering jalan-jalan keluar negeri” Memang betul bahwa karibku dan istrinya ini dari segi karir sukses luar biasa.
 Sejak pindah ke kantornya yg baru, dia langsung melejit bisa menduduki posisi Senior Manager yg sangat diandalkan oleh Dewan Direksi. Istrinya pun begitu, selalu dgn gampangnya memuluskan deal-deal perusahaan, maklum istrinya bekerja di bidang distribusi komponen pembangkit listrik. Kebayang dong margin mereka gimana?
“Yaaah bukan gitu brey, gue ngerasa hidup gue hampa aja gak ada anak, istri gue jg ngerasa begitu.”
“Yah, terus mau gimana lagi brey, mungkin lo coba usaha lagi aja selama 1 tahun maybe”
“Ngga bisa brey, istri gue udah putus asa”.
“Okeeeyy, trus permintaan apaan yg lo maksud?”
“Ginii….” dia berhenti sejenak tdk melanjutkan kalimatnya.
“Ginii….”
“aaaahhhhh…. lama daaah”
“Iya iaaaa, gini, gue minta bantuan lo utk bikin istri gue hamil.” And I said WHATTT????
“Serius brey, lo jangan becanda deh, aneh-aneh aja.” aku terhenyak mendengar permintaan dia.
Gila aja, ini kan sama aja aku menghianati karibku sendiri, seseorang yg sdh kuanggap kakak.
“Serius ini…. gue udah diskusi panjang lebar sama istri gue soal ini.”
“Gak bisa lah brey, gila banget lo, gue bukannya gimana-gimana, cuma men, lo sama gue kan udah temenan lama, gue udah anggap lo kayak abang gue sendiri, mmmm…. gak ada alternatif lain apa? misalkan bayi tabung?”

“Ngga lah, bayi tabung kemahalan, gue udah konsul sama beberap dokter di Indonesia sama di Singapore, biayanya gede banget, bisa dapet Honda Jazz gue, belum lagi rasio keberhasilannya cuma 65%. Gue gak bisa ambil chance cuma segitu” Kawanku ini seorang akuntan yg handal, semuanya diperhitungkan dari sudut pandang matematis.

Dengan Istri Temanku Hingga Hamil
Dengan Istri Temanku Hingga Hamil

 

Pernah kami backpackeran ke Indonesia Tengah (Bali, Lombok, Flores, Timor) yg ada kalo backpackeran kan ngegembel, seadanya duit. Ini dia nggak, semua tercatat rapi, tips tukang parkir, biaya kereta, biaya ferry dll.
“Yaaa, apa kek, eemmm…. adopsi gimana?”
“nggak lah, kita ngga tau orang tua si anak ini kayak gimana”
“Yg nentuin sikap anak itu bukan siapa orang tuanya, tp lingkungan dia? gue yakin kal… ” kawanku sdh memotong tdk mau mendengar
“Gini brey, gue bukannya sembarangan minta tolong sama lo, gue udah tau background lo, gue diam-diam research tentang lo, keluarga lo, riwayat medis lo *jangan tanya gimana caranya*, ditambah lagi, gue udah kenal sama lo udah lama banget, lo orangnya gak macem-macem, yaaah bandel2 dikit okelah cuma kan gak parah-parah amat, lo kenal baik sama istri gue, lo kenal sama bokap nyokap gue, adek-adek gue. Ya kalo lo mau masuk Kartu Keluarganya bokap gue, pasti dgn senang hati mereka nerima. Intinya, gue udah bicarain masalah ini panjang lebar, pro-kontra, konsekuensi dan segalanya sama istri gue dan kita berdua setuju”
“Oke, kalo boleh tau emang yg milih gue siapa, lo apa istri lo?”
“kita berdua spontan kalo nggak ada kandidat yg lebih tepat selain lo” Wah terharu aku mendengarnya.
“Gue gak bisa mikir sekarang nih brey, lo boleh kasi gue waktu buat mutusin ini gak? ini rada aneh dah permintaannya.”
Diam-diam, aku memang mengagumi istri teman karibku ini. Bisa dibayangkan lah wanita muda, mmmm ngga terlalu muda sih karena umurnya sekarang sdh 31 tahun, umurnya beda 4 tahun dgn umurku, berpenampilan layaknya eksekutif muda, setiap kali bertemu kalau dia menjemput kawanku ini, dia selalu menggunakan blazer kantoran yg justru menonjolkan sex appealnya.
Kulitnya tdk terlalu putih, namun bersih, rambutnya dipotong sebahu, badannya jg gak terlalu langsing. Tingginya semampai, ideal jika diperhatikan mungkin tingginya sedaguku. Tp the main attractionnya adalah her boobs. Her big melon boobs. Aku perkirakan mungkin ukurannya sdh 34D. Mungkin jg besarnya ini ditunjang oleh body mass dia yg memang tdklah kurus. Bahkan dlm balutan blazer kerja resmi pun yg sangat tertutup, siluet bongkahan gunung kembarnya seperti menyihir utk memandangi.
Makanya setiap kali aku ngobrol dgn istri kawanku ini, aku selalu fokus dgn ngobrol sambil melihat ke pangkal hidungnya. Aku terlalu takut utk eye contact, tp jg tdk mau mataku jelalatan ngeliatin toket gedenya. by the way, namaku Micheal, karibku ini bernama Herman, sedangkan istrinya bernama Hasni..

Sdh hampir dua minggu aku memikirkan hal ini tdk kunjung tuntas. Aku tau gimana nikmatnya menggenjot tubuh Hasni dgn sepenuh nafsu, apalagi udah dapet izin dari suaminya. Namun aku masih merasa ada yg mengganjal. Aku tetap merasa tdk enak dgn Hermanb. Herman ini baik sekali dgnku, benar-benar seperti abang sendiri. Sdh tdk terhitung berapa kali dia meminjamkanku uang utk utang2ku, meminjamkan mobilnya, meminjamkan peralatan kameranya. Bahkan bisa dibilang, side job fotografer pre-wedding ini modalnya 90% dari dia sedangkan aku modal dengkul saja..

Dengan Istri Temanku Hingga Hamil
Dengan Istri Temanku Hingga Hamil

 

*ring ring ring* BBku berbunyi tanda pesan baru diterima. Dari Herman.
“Brey, gimana nih, udah ada keputusan belom?”. Aku belum membalas, tp pasti di ujung sana, dia sdh tau kalau aku sdh membaca pesannya.
*TINUNINUNG* pesan baru masuk lagi.
“Brey, please lah, help me, I have never ask you for any help. Gue bukannya mau ngungkit-ngungkit apa yg udah gue pernah bantu ke lo. Tp please…” Mungkin kalau orang lain yg membaca pesan itu akan terbaca bahwa Herman ini pamrih dlm memberi bantuannya.
Namun tdk bagiku, aku tau persis aku sdh berhutang banyak dari kebaikan yg diberikan Herman.
“Oke brey, gue setuju. I hope this is not one of your sick jokes.”
“GREAT!!!! gue kabarin istri gue.”
Hari itu hari Rabu, kami janjian utk ketemuan di Plasa Senayan (PS). Aku selalu suka PS, karena gak terlalu crowded, jadinya utk nongkrong pun enak. Kami janjian di food court. Aku sdh menunggu agak lama hampir 20 menitan, cemilan french friesku pun udah hampir habis, tiba ada yg menepuk pundakku dari belakang..
“Hi Micheal..!” salam Hasni kepadaku, dia tiba dgn Herman dari arah belakang. Aku kali ini benar-benar canggung bertemu dgn mereka, tdk seperti biasanya
“Eeehh hai.. Mbak”
“Mbak? Mbaak? sejak kapan kamu manggil aku Mbak?” protes Hasni kepadaku..
“Grogi dia” celetuk Herman.
Dan memang benar, aku lagi super grogi, tanganku seketika berkeringat basah dan aku salting.
“ udalah nyantai aja.”
“eeeh iya Ma”
“Ni? duh kamu rileks deh, sekali-sekalinya kamu manggil aku Hasni..”
Betul, aku selalu memanggil Hasni dgn panggilan teteh.
Karena dia dan herman lebih tua daripadaku, lebih tua 4 tahun.
“So…” ujarku
“Iya, so….” Hasni mengulang kata-kataku dgn penuh semangat dan senyum.
Aku sampai takut jangan sampai Herman cemburu, tp nampaknya Herman oke oke saja. herman menimpali
“Makasih banget brey lo mau bantuin gue, ya yg kayak gue cerita, kita perlu bantuan lo utk…. utk…. ya you know”
“Iya, gue ngerti, trus gimana prosesnya nih. Apa gue dateng tiap hari apa, rutin. lalu ML. atau lo ada di situ ngeliatin gue sama teteh ntar jangan-jangan″
“wueeeh…. ogah meen yg bener aja deh lo jangan gila” kami bertiga terbahak-bahak.
“No no… gini, gue gak mau tau, arrangementnya antara lo sama Hasni aja, kalian janjian dimana, ngelakuinnya dimana, don’t tell me. I don’t wanna know. Ntar kebayang-kebayang. Hey men, lo sobat gue cuma kalo ngebayanginnya masih gimana…” canggung deh kita bertiga.
Ini dia yg sebenarnya aku takutkan. Aku takut melukai perasaan Herman. Namun mengingat ini permintaan Herman dan Hasni sendiri ya mungkin bisa dikesampingkan saja.
Hasni kemudian menimpali.
“I’ll contact you ya. btw ini ada hubungannya sama masa subur gue, jadi harus dilakuin di waktu yg pas.” aku mengangguk tanda setuju.
Malam itu kami lanjut nonton dan pulang ke tempat masing-masing. *TINUNINUNG* BBMku kemasukan message, dari Hasni,
“Cheal, kamu besok free gak.”
“Aku sih free teh, Herman emang kemana?”
“Dia lagi keluar kota.

“Oke teh, jadi aku ke apartemen aja nih” “Iya you can come”

Dengan Istri Temanku Hingga Hamil
Dengan Istri Temanku Hingga Hamil

 

Lusanya aku tiba di apartemen, sengaja aku bilang Hasni kalau aku akan datang lebih cepat mungkin sebelum gelap agar tdk terlalu larut pulangnya. Aku merasakan deg-degan luar biasa. Jujur saja meskipun aku belum menikah, aku sdh merasakan hubungan seks dgn mantan-mantanku dulu. Namun belum pernah kurasakan hal seperti ini, deg-degan luar biasa gak berhenti jg sejak turun mobil dari parkiran, naik ke lift sampai ke pintu apartemennya teteh.
Setelah ku pencet bel 3x masih belum ada jawaban, lalu aku mengeluarkan BBku utk bbm in teteh, namun disaat bersamaan teteh membuka pintu.
“Haiiiyy Micheal, I’ve been waiting for you, come in” Eeeeuuuuhhhh…. senyum teteh bikin hati melted. Aku harus berusaha utk tdk main hati utk urusan beginian.
“Iya teh, sorry telat, tadi cari bensin dulu” “Yuk masuk”
Hasni menyuruh duduk diruangan tengah, di ruang tivi. Didepan tivi terhampar spreadsheet, mirip timing utk pipeline project, tp ini beda, ada tanggal yg berulang. Ah! Aku baru sadar, ini adalah siklus haid dan masa suburnya Hasni.
“Udah research ya Teh, ini kok sampe berantakan gini”
“Itu dia Cheal, sebelumnya aku mau jelasin ke kamu dulu soal ini” ujar Hasni yg datang dari arah dapur membawa soft drink dan diletakkan di meja kecil sebelah sofa tempat aku duduk.
Belum sampai Hasni sampai ke sofa, aku turun ke bawah mengobrak-abrik spreadsheet yg dibuat Erma, sok sok ngerti lah. Hasni pun duduk di sofa setelah meletakkan kaleng soft drink di meja.
Sore itu Hasni sangat seksi, dgn rambut diikat ke belakang dgn hanya menggunakan karet, memperlihatkan lehernya yg jenjang dan tengkuknya yg seperti mengundang utk aku jilati, Hasni memakai you-can-see warna putih yg tdk terlalu tipis, namun aku bisa melihat tali BHnya yg berwarna hitam menyembul melingkari pundak.
Rendaan bra pun tercetak di you-can-see Hasni dari depan melingkar ke belakang. Belum apa-apa aku sdh mikir macam-macam. Utk bawahannya dia menggunakan Hotpants yg cukup pendek, CDnya pun terceplak di bokongnya yg semok. Brrrr……. Erma ini benar-benar didesain Tuhan utk menaikkan birahi pria sepertinya. Aku tdk bisa bayangkan gimana Herman tiap hari, tiap malam disuguhi malaikat sempurna seperti ini.
KLOP, jari Hasni disentakkan di depan wajahku
“Bengongin apaan hayoooo, belom apa-apaan udah ngayal-ngayal″ Anjir, ketauan aku memandangin dia.
“Ngggg… nggak kok teh, kagum aja dan iri sama Herman bisa punya istri se-perfect Teteh” ujarku menggombal.
“Bisa aja deh kamu. Jadi gini, planning aku, kita cuma ML pada waktu aku sedang subur. yg berarti 14 hari sebelum aku mens. Aku ini mensnya kan selalu tanggal 25an. Jadi ya sebelum-sebelum itu kita ML” Kulihat jamku, melihat bagian tanggalan, masih tanggal 29.
“oooo…. kirain mulai sekarang, kan masih tanggal 29 nih teh”
“Ya well, aku mau test drive dulu” Apa2an nih maksudnya Hasni.
“Maksudnya gimana Teh?” “Hhh…. kamu ini lucu ya, super lugu. Kamu tau aku sengaja berdandan gini buat kamu?” AKu semakin bingung.
Hasni turun ke bawah duduk diatas karpet di sebelahku. Dia memeluk lengan kiriku dan menyandarkan kepalanya di bahuku.*
Dengan Istri Temanku Hingga Hamil
Dengan Istri Temanku Hingga Hamil

 

“Kamu tau gak sebenernya kenapa kita gak bisa punya anak?”
“Iya, Herman jg cerita kok, katanya kalian berdua sehat tp bingung jg kenapa gak bisa”
“Itu sepotong aja ceritanya, kamu tentu ingat kecelakaan yg Herman alami 2 tahun lalu” Aku kemudian flashback, semuanya menjadi jelas sekarang.
2 tahun yg lalu, Herman terlibat kecelakaan parah di Cipularang. Bukan… bukan tempat kecelakaannya Saipul Jamil ntar dikira jadi cerita hantu.. Hehe
Saat melaju kencang disebuah turunan, mobil Herman diserempet oleh mobil yg menyalipnya dari sebelah kiri, mobil Herman oleng dan menabrak pembatas jalan sampai mobilnya terbalik berkali-kali sebelum akhirnya berhenti terbalik setelah menabrak kaki sebuah jembatan penyebrangan di atas tol.
Kondisi Herman luka parah, beberapa tulangnya remuk khususnya pinggul kiri ke bawah. Tubuh bagian atas Herman sama sekali tdk rusak, namun pinggul hingga kaki kirinya harus di operasi beberapa kali hingga perlu diterbangkan ke rumah sakit di Singapura.
“Iya aku tau teh, apa gara-gara itu We…” Hasni mengangguk, aku terlalu takut utk melanjutkan pertanyaanku, takut membuat sedih Hasni.
“Sejak itu Herman kehilangan fungsi seksualnya. Dia tdk bisa “bangun” lagi. Dan ejakulasi yg dia dapat hanyalah saat dia mimpi basah. Karena kecelakaan yg dia alami, dia tdk bisa menghasilkan sperma yg bagus. Dia tentu saja gak akan jujur ke kamu kalo aku tdk bisa hamil karena dia.
Selama ini aku berhubungan dgn Herman hanya sebatas petting saja, atau dia memasturbasikanku dgn dildo-dildo yg dia beli. Aku cinta Herman, namun aku ada kebutuhan yg harus dipenuhi. Dan selain itu, wanita mana sih yg gak ingin punya anak.” Aku terhenyak mendengarnya.
“Iya Teh, aku ngerti kok” Setelah beberapa lama, wajah *Hasni menjadi ceria kembali, saking cerianya menjadi lusty lagi.
“So, Micheal. Kamu mau kan muasin aku. Cuma kamu yg aku dan Herman percaya. Aku tau Herman pasti sakit hati dgn hal ini tp ini justru usulan dari dia” “Iya Teh”.

Kami berpandangan beberapa lama, kemudian aku beranikan diri mendekatkan bibirku ke bibir Hasni. Hasni menyambutku dgn penuh nafsu, tangannya langsung memelukku dan badanku langsung ditindih saat posisiku masih terduduk di atas karpet. Dgn canggung aku hanya menempatkan kedua tanganku di pinggang Hasni.

Ciuman kami penuh nafsu, seperti dua pasang kekasih yg sdh lama tdk bertemu. Kami saling berpacu berciuman, saling berebutan bibir atas, bibir bawah, main lidah dst dst. Perlahan tanganku dibimbing utk meremas toketnya. Toketnya yg sangat besar. Tangan kananku melakukannya dgn sangat baik. Good Job! tangan kiriku melingkar meremas pantatnya yg sangat seksi. Sesekali kami bergulingan diatas karpet. Setelah kami berdua ciuman dgn hotnya sampai bibir kami berdua nyut-nyutan, Hasni melepaskan ciumannya.
“Kamu tau, aku selalu kagum sama kamu Cheal, sejak pertama kali ketemu. Tp ya apa mau dikata, aku ini istri orang, tp look here we are now.” Aku hanya bisa tersenyum, kalo lagi sange gini biasanya otakku berhenti bekerja, jadi mendingan diam saja daripada ngomong hal bodoh.
Lalu Hasni, beranjak berdiri dan berkata
“You ready to fuck me?”
“Mmmmmm…. aku gak janji Teh, aku takut gak mampu. Lagian kan aku udah anggep Teteh kayak kakak sendiri.” Hasni turun kembali dan meremas celana jeansku di bagian penisku.
“Katanya si Junior nggak tuh” sambil tersenyum nakal.
Hasni berdiri kembali dan berjalan ke arah kamar tamu.
“Jangan lama-lama ya nyusulnya” sambil membuka pintu kamar tamu dan menghilang ke dlm.
Aku setengah sadar langsung berdiri menuju tas ranselku yg tadi kuletakkan dekat rak TV, segera bongkar celanaku, celana jins dan CDku dan berganti dgn celana boxer longgar andalanku. Ku berjalan menuju kamar tamu dan mengetuk sebelum masuk. Entah apa yg kupikirkan, aku masih berpikir harus bertingkah sopan kepada Hasni. Begitu aku masuk, aku menemukan Hasni sdh merebah di atas kasur, kasur yg biasanya kutiduri kalau aku menginap disini.
Hasni sdh menanggalkan you-can-see dan hotpantsnya. Yg tertinggal ditubuhnya hanyalah BH yg sepertinya kekecilan karena terlihat seperti tdk bisa menampung toket Hasni yg besar, dan G-string. Hasni bertumpu dgn sikunya di punggung.
“Buka dong kaosnya…” setelah kubuka kaosku, aku menghampiri Hasni dgn merebah di sampingnya kirinya.
Hasni mengubah posisinya menjadi menghadapku. Jarinya yg lentik mulai bermain-main mulai dari dadaku, turun ke bawah, masuk ke celana, pas hampir sampai di penisku yg sdh super tegak seperti mau meledak, Hasni tarik lagi jarinya keatas.
Hasni kemudian menciumi badanku, menjilati putingku, aku mulai merasakan nafasku menjadi tdk beraturan. Sdh horny super bos. Sambil menciumi puting kiriku, Hasni kemudian menaiki badanku, menunggangiku layaknya joki diatas kuda, meqinya yg masih tertutup G-string *di gesek-gesekan ke penis tegangku yg jg masih tertutup celana. Aku meremas kedua bongkah pantat Hasni dan sesekali membimbing gerakan pinggulnya. Hasni tampaknya menikmati yg kulakukan. Cukup lama Hasni menciumi putingku, bergantian kiri dan kanan, ciumannya mulai naik ke leher dan kami pun berciuman kembali.
Ciuman kami sama panasnya seperti ciuman di sofa tadi. Sesekali Hasni melepaskan nafasnya seakan itu yg dia tahan selama ini. Tangannya menjambaki rambutku, pinggulnya masih bergoyang. Pettingan ini kami lakukan cukup lama. Kalau Hasni memang Test Drive, aku mungkin memang harus memuaskan dirinya sampai pol. Hasni semakin blingsatan menciumiku, gerakan pinggulnya semakin menjadi, mengalahkan bimbingan tanganku.
Aku pun merubah posisi, kami berguling dan kini hasni berada dibawah ku, ku gesek-gesekkan penisku ke meqi Hasni. Kakinya yg jenjang melingkar menjepit pinggulku sebagai reaksi gesekanku. Semakin kuat aku menggeseknya, semakin kuat pula jepitan. Sampai akhirnya seperti Hasni membantingku ke sisi dan kami bersebelahan dan jepitannya makin kencang dan bergetar jambakannya jg semakin mejadi.
Dengan Istri Temanku Hingga Hamil
Dengan Istri Temanku Hingga Hamil

 

“Oooooooooooooohhhhhhh…….mmmmmmhhhhhhhhhhh ……..” Hasni sedang orgasme. Orgasme Hasni ditutup dgn exhale nafas panjang Hasni dan dilanjutkan dgn ciuman mesra ke bibirku. Mukaku merah padam, bahagia rasanya bisa memuaskan Hasni.
“Gimana Teh, barusan O ya”
“Ouuuwhhh iyaaaah…. udah lama aku gak ngerasain O kayak begitu, bahkan penis kamu pun belom masuk.” Hasni kembali menciumi bibirku, tangannya yg lembut sambil mengelus-elus pipiku.
AKu merasakan rasa sayang dari belaiannya, atau memang beginilah perilaku seksual Hasni.
“Kamu gak mau nelanjangi aku? Aku masih lengkap gini?”
“Jangan dulu Teh, Teteh lebih seksi kalo ada yg nutupin, mau pelan-pelan aja. Btw aku boleh sampe jam berapa ini?”
“Terserah kamu aja..mmm… sekuatnya kamu aja…” Hasni kembali menciumiku. sungguh luar biasa Hasni terus-terusan menggodaku dgn body seksinya.
Sambil menciumiku, Hasni menggeliat-geliat, menggesek-gesekan tubuhnya ke tubuhku. Kami berdua bertukar panas tubuh, wajahnya yg nafsuin semakin menambah nafsuku kepadanya. Geliatan Hasni semakin menjadi, pelan dan halus namun tau bagaimana menaikkan birahiku. Hingga menggeliat turun, sampailah kepala Hasni di depan celanaku.
“Buka ya”
“terserah Teteh, punya teteh kok” Hasni membuka celanaku sama sekali tdk menggunakan tangan, dgn bibirnya dia menarik celanaku turun kebawah.
Sampai didengkul celanaku dilanjutkan dipeloroti dgn tangannya. Hasni kemudian menunggangiku lagi. Otomatis posisi tubuhnya berputar. Jadi saja kami dlm posisi 69 yg super seksi.*
Aku sdh telanjang bulat sedangkan onderdil Hasni masih lengkap. Hansni menangkap penis tegakku. Sesekali dia menciuminya dgn lembut.
“Micheal, besar amat nih, aku gak yakin muat.”
“Yah teh, dicoba aja dulu, diukur pake mulut” godaku.
Hasni membalas dgn cubitan pelan di pahaku. Hasni perlahan menciumi sekeliling penisku hingga basah dgn air liurnya, kemudian sleebb… masuklah penisku ke dlm mulut Hasni yg di pagari dgn bibir tipis nan seksi.
“Mmmppphhh…… Mmmppphhh……mmmhhhhh…..” sama sepertiku Hasni sangat menikmati sepongan yg dia lakukan ke penisku..
Pinggul Hasni yg saat ini ada di atas dadaku mulai menggeliat, aku cengekeram pantat Hasni dan kuremas-remas.
“Teh, kubuka ya” aku merujuk kepada G-string Hasni..
“hhheee *emmmm” tanda persetujuan Hasni keluar dari mulut yg masih penuh dgn penisku. G-String Hasni modelnya entah apa namanya, yg pasti hanya dgn membuka satu simpul tali di belakang G Stringnya sdh terlepas.*
Wow… lembah surgawi Hasni benar-benar indah, putih dan tdk ada jembut yg tumbuh di sekitarnya, ditambah wangi sekali. Aku tdk langsung menjilati, jempolku mengelus-ngelus area sekitaran bibir meqi Hasni yg masih basah dari orgasmenya yg pertama tadi. Kemudian kuciumi saja meqinya, lama kelamaan ciumanku berubah menjadi jilatan, tdk ada sudut meqi yg luput dari jilatanku. Goyangan pinggul Hasni semakin menjadi, jilatanku jg tdk bisa kalah, aku pun semakin menjadi menjilatnya.
Hasni pun mengimbanginya dgn menghisap, menjilati, menciumi penisku dgn liar. Bijiku pun tak luput diciumi olehnya. Saat Hasni semakin turun ke bawah, aku tau dia mau menjilati lobang sunholeku. Aku menolak. Kutarik tubuh Hasni supaya mulut Hasni kembali sejajar dgn penisku dan kuarahkan penisku ke mulutnya kembali..
“Jangan Teh, jangan ke situ, aku gak suka”
“Okemmm…… mmmm…. Micheal, as you wish….mmmmmhhhhmmmm” Ya men, plis deh, dia cium silitku, aku dan dia nantinya ciuman, ya apa bedanya aku cium silit sendiri.
Aku lanjutkan menjilati meqi Hasni yg semakin basah. Hasni jg sdh mulai panas, tanganku dgn lihai bergerak kepunggungnya, membuka kaitan BHnya dan melepasnya. Aku tdk bisa melihatnya namun aku bisa merasakan, toket kencang nan kenyal menekan pinggang depanku.
Kutengok ke kananku, ternyata lemari pakaian kamar tamu ada cerminnya. Aku bisa melihat dgn jelas posisi kami benar benar hot. Sambil meneruskan jilatanku, aku merogoh toket Hasni utk kuremas-remas dgn kedua tanganku. Posisinya memang sulit namun sepertinya Hasni menyukainya
“Teruuuuussss…..mmmmmmhhhmmm…. teruuuss….” Hasni menggumam.
Setelah berapa lama, dan setelah beberapa sedotan tiba2 paha Hasni melingkar erat *memiting kepalaku erat di antara selangkanganku, dan CRrreeeeeeeettt……… keluar cairan hangat dari meqi Erma. Ternyata dia O yg kedua kalinya, Hasni gemeteran menahan Orgasmenya kali ini sambil meremas pahaku dlm posisi membungkuk.*
“AAAaaaaahhhhhhhhh…. ya ampuuuuuuunnnhhhh….hhhhh… kamu hebat banget aku udah dua kali…” Hasni langsung berbalik badan dan berkata
“Now for the main course-nya ya. Hasni jongkok diatas pinggangku, berupaya utk memasukkan penisku ke dlm meqinya, namun sdh beberapa detik sepertinya dia kesulitan, aku langsung memeluknya dan berusaha menukar posisi, membantingnya dgn lembut ke kasur dan membuka kedua kakinya.
“Iya, main coursenya nih, siap-siap yah.” Ku perlahan mulai memasukkan penisku ke dlm meqinya.
Meqi Hasni benar-benar sempit, aku tak mengerti, mungkin karena sdh lama tdk pernah dimasuki penis, tp harusnya dgn dua kali O sdh bisa dgn mudah dicoblos. Apa mungkin meqinya yg terlalu kecil dan penisku yg kegedean. Atau memang keduanya.
“Sempit nih Teh”
“Lanjutin…. lanjutin… aku gak kenapa-kenapa″ dgn satu sodokkan kuat namun perlahan, akhirnya Penisku bisa menembus liang meqi Hasni.
“AAAAAAaaaakkkkkhhhh….” jeritan keras Hasni dan cakaran di punggungku menyertai tusukanku.*
AKu perlahan mulai genjot, rasanya luar biasa, Hasni yg tadinya meringis kesakitan lama-lama terlihat menikmati, makatanya sdh merem melek gak karuan. Nafasnya bersuara tak beraturan dan seirama dgn sodokanku. Dlm posisi ini kami bergumul lama sekali, beberapa kali Hasni memiting pinggangku namun aku tetap sodok saja.
Lalu Hasni mencoba mengganti posisi ingin di atas. Hasni mendorong tindihanku dan berbalik memindihku. Semua dilakukan tanpa penisku terlepas dari meqinya. Gantian sekarang Hasni yg memompa penisku. Sungguh nikmat melihat wanita sesempurna Hasni sedang menikmati bercinta dgnku. Toketnya yg besar dan kenyal menggandul gandul seiring dgn genjotannya dia.
Sesekali Hasni pun melenguh dan menghela nafasnya panjang. Jika Hasni sdh agak capai, Hasni memelukku, namun seringnya dia duduk diatasku memamerkan toketnya yg besar. Tangannya membimbing tanganku agar tetap meremas toketnya dan memainkan putingnya. Sesekali aku pun menjilati putingnya.*
Masih dlm keadaan pinggulnya memompa penisku. Aku beberapa kali berusaha merubah posisi menjadi man on top lagi namun Hasni menahan. ia masih ingin menguasai penisku demi kepuasannya utk beberapa lama. Tiba-tiba genjotan Hasni semakin kencang. Kedua kaki Hasni memiting pinggulku dan tubuh Hasni ambruk ke tubuhku dan Hasni menyerangku dgn ciuman ganas. Hasni O ketiga kalinya. Aku semakin nafsu melihat Hasni yg sdh O, membalikkan posisi menjadi man on top, mumpung Hasni sedang tdk ada tenaga utk melawanku.
“bentar…hhhh… time outtt..hhhh” Ujar Hasni menyerah.
“Jangan Teh, tanggung, ayo lagi.” Aku kembali menggenjot, tdk tanggung-tanggung aku menggenjot dgn rpm cepat dan konstan, Hasni semakin menggila dan berteriak-teriak. Sesekali aku mencumbu bibirnya, menjilati putingnya, menciumi lehernya, menjilati kupingnya. Diperlakukan seperti itu, genjotan Hasni dari bawah semakin menjadi.*
Saat dipuncak-puncaknya aku keluarkan penisku. Kutarik tubuh Hasni dan kubalik badannya sampai Hasni nungging di hadapanku. Disuguhi dgn pemandangan berupa bemper yg sangat seksi, ku langsung masukkan penisku ke dlm meqinya dari belakang. Ku raih dua bantal utk menopang tubuhnya dan kumulai genjot kembali. Rasanya dgn posisi ini aku akan cepat keluar. Kugenjot dgn cepaat cepaaat aaaaaahhhhhhhhh…
“Teeeeeehhhh…. aku mau keluarrrr….”
“Iyyyaaa Cheaallll…. keluarin ajaaaa” genjotanku kulanjutkan, rasa semriwing disekitar kemaluanku sdh mengumpul namun entah kenapa tdk keluar-keluar jg.
Hasni sepertinya sdh menyerah, dia tdk bisa lagi melawanku, akhirnya dia dlm posisi tengkurap, membuang bantal dari bawah tubuhnya dan ambruk ke kasur. Dgn posisiku menindih Hasni tanganku melingkar ke depan meraih kedua toketnya. tak luput kembali kuciumi tengkuk dan leher belakangnya. Hasni yg sdh tak berdaya masih terangsang dgn ciuman2ku.*
Hingga akhirnya, ledakan itu muncul…
“Teeeeehhhhhhhh…..oooooooohhhhhhh…… ….” Kubuang semua cairan spermaku.
Belum pernah aku selega ini melepaskan spermaku ke dlm liang meqi seorang wanita. Biasanya aku menggunakan kondom ataupun buang diluar. Namun sensasi buang di dlm tanpa kondom memang lebih nikmat.
Creeeettt….Creeeettt…Creeeettt aku bisa merasakan denyutan meqi Hasni menyambut datangnya sperma-spermaku.
“Nikmat Cheal”
“Nikmat banget Teh”
“Bukan, bukan, tadi aku bukan nanya ke kamu, aku bilang ke kamu dientotin kamu itu nikmat banget.  Aku beruntung banget setelah sekian lama puasa langsung dapet yg kayak kamu”
Posisi kami masih dlm posisi bercinta kami sebelumnya, aku masih menindih Hasni  dari belakang dgn penis masih terhujam di dlm namun akhirnya aku ambruk kesamping.
Kuciumi pundak Hasni, kubelai dgn lembut punggungnya dan kubelai rambutnya yg tadinya sdh berantakan. Kami berdua pun ketiduran.
Aku terbangun melihat jam sdh di pukul 10.30 malam. Aku melihat kesampingku, Hasni tdk ada. Tdk lama kemudian pintu kamar terbuka, Hasni masuk kembali dan langsung menyerangku. Malam itu kami lagi2 bercinta hingga pagi.
Setelah test drive yg pertama ini kami pun rutin melakukan seks selama lebih dari 1 bulan. Seringnya saat Herman tdk ada di rumah, atau gantian di apartemenku atau kami ke luar kota. Sampai akhirnya berita gembira itu hadir, Hasni positif hamil. Herman dan Hasni dan jg Keluarga besarnya gembira bukan main.
Aku pun senang akhirnya aku menjadi ayah dan jg bisa membahagiakan Herman. Namun biarlah Herman yg mengurus anak ini dgn lebih baik. Aku dan Herman pun masih bersahabat hingga kini. Tp yg Herman tdk tahu, meskipun sdh lewat 3 tahun Hasni berhasil hamil dan melahirkan anak dariku, namun Aku dan Hasni masih sering bercinta. Mungkin saja Herman tahu dan membiarkan. Entahlah, aku tak tahu bagaimana mengakhirinya. Bercinta dgn Teh Hasni benar-benar bikin ketagihan.

Mari gabung di ono4d Agen Togel Terpercaya Deposit Pulsa.
– Min DP 25 Ribu
– Bisa Deposit via Pulsa XL/Axis/Telkomsel/Tri
– Bonus Cashback 5% dibagikan setiap Hari Senin

Diskon Togel :
– 4D : 66%
– 3D : 59%
– 2D : 29%

BONUS DEPOSIT HARIAN 5%
BONUS CASHBACK 5%

Bonus Referral Togel hingga 1% dan Games 0,1% dihitung dari TurnOver.

Salam Hokky Selalu,
ono4d.net
WA : +855969374187
FB : ono4d
LINK ALTERNATIF : cutt,ly/4dhoki

Rina Anggrek

ono4d.com Agen Togel Terpercaya Deposit Pulsa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *