4dhoki
Cerita Dewasa

Cerita Bokep Kos Khusus Akhawat

 

 

 

Perpisahan Ternikmat Dengan Mantan
Cerita Bokep Kos Khusus Akhawat

 

 

Cerita Bokep  Kos Khusus Akhawat – Randy Pratama….seorang pemuda berumur 26 tahun, dibesarkan dari keluarga yang islami. Ibu nya seorang ustazah yang cukup disegani di area kompleks tempat tinggal nya. Ayah nya pun seorang penceramah yang sering mendapatkan panggilan di pengajian-pengajian untuk sekedar berbagi ilmu nya tentang agama.

stazah Siti dan Ustadz Mahmud sebenar nya sering menyuruh randy untuk menjadi seorang penceramah seperti mereka, tapi apa dikata, randy mempunyai hoby yang berbeda dari orang tua nya, musik.

dia sangat menyukai musik-musik dari England sana hingga beberapa kali membentuk sebuah band, Ustadz Mahmud dan Ustazah Siti sudah hilang akal rasa nya untuk menjatuhkan harapan pada anak laki-laki nya untuk sama menjadi penceramah, walau sesekali ia sering juga mengikuti kajian-kajian islami yang dihadiri orang tua nya.

Dibalik semua itu ada rahasia di balik kehidupan randy yang tak banyak diketahui orang-orang di sekeliling nya, dimana orang mengenal Randy adalah sosok yang memang “selengean” dan “urakan” namun tetap alim dan sholeh, padahal ia memiliki nafsu sex yang tinggi dan kesukaan nya akan sex atau zina, sangat bertolak belakang dengan latar belakang keluarga nya yang islami dalam kehidupan sehari-hari.

Dan Dari kesukaan nya itu, sudah tak terhitung berapa wanita yang sudah jatuh ke pelukan nya dan melakukan zina ( sex ) dengan nya.

Ya…randy senang untuk menaklukan wanita untuk melampiaskan nafsu sex nya yang tinggi.

Bagi nya itu adalah tantangan yang harus di taklukan nya, ia tak tergiur sedikit pun untuk melakukan sex instan dengan wanita-wanita PSK di luar sana, karena disamping tak ada tantangan nya, ia juga memikirkan resiko-resiko yang bisa muncul akibat berhubungan sex dengan PSK.

Namun diluar itu semua, ia adalah seorang laki-laki penyayang orang tua yang ingin berbakti seumur hidup untuk ayah dan ibu nya Cukup sampai disini perkenalan nya ukhti/akhi….Let me start the first story about randy adventure!

Karena suatu urusan yang di perintah kan Ustadz mahmud ayah randy, ia terpaksa harus meninggalkan rumah dan orang tua nya 1 bulan ke kota S Karena Ustad Mahmud ingin randy menguruskan urusan sertifikat tanah nya dengan pemilik baru yang ada masalah sedikit dan butuh waktu agak lama untuk di uruskan, jadi lah ia harus pergi ke kota S dan tinggal kurang lebih selama sebulan disana.

Dan kebetulan di sana ada bibi nya yang merupakan adik dari Ustazah Siti yaitu Ummu Sholihat Ummu Sholihat adalah seorang ummahat shalehah berhijab syar’i sebagaimana kakak kandung nya, karena sama-sama di besarkan dalam lingkup keluarga yang sangat islami oleh kakek randy.

tidak berbeda jauh dengan Ummu Sholihat, suami nya yaitu Ustad Hafid juga seorang ustadz yang sangat alim, mereka berdua pasangan serasi sama seperti ayah dan ibu randy.

Pagi itu randy sampai di rumah Ummu Sholihat adik kandung dari ibu nya sendiri, ia disambut oleh Ummu Sholihat dan suami nya Ustad Hafid dengan ramah dan gembira karena sudah lama tidak berjumpa dengan keponakan nya itu.

Rumah Ummu Sholihat sederhana namun sangat nyaman dan bersih karena mereka rajin menjaga kebersihan di rumah, karena kebersihan itu sebagian dari iman. Mereka berbincang-bincang sambil melepas rindu setelah sekian lama tidak bertemu.
Ummu Sholihat lalu memanggil seseorang ke ruang tamu, dan ternyata 2 orang akhwat menghampiri ke ruang tamu dari arah bagian dalam rumah. Mereka adalah Ukhti Alya dan Ukhti Farah, mahasiswi-mahasiswi yang sedang menjalani kuliah nya di PTN Islam di kota S dan kebetulan kost di rumah Ummu Sholihat.

Ukhti Alya adalah seorang akhwat berjilbab dengan penampilan modis, cantik dengan tubuh yang ramping dan menggoda, menjadi perhatian setiap ikhwan-ikhwan di kampus nya. Sedangkan Ukhti Farah adalah seorang akhwat berjilbab syar’i nan sholehah juga tak kalah cantik, yang lebih mengutamakan kuliah nya, berjuang untuk mencapai cita-cita nya untuk menjadi seorang ustazah seperti impian nya.

Ummu Sholihat mengenalkan kedua akhwat yang kost di rumah nya kepada randy, dan berharap mereka bisa kenal agar randy bisa betah di rumah selama 1 bulan, tapi tentu nya tetap mentaati norma-norma agama dan tetap menjaga batas sebagai ikhwan dan akhwat.

Setelah perkenalan dan sedikit obrolan di ruang tamu, akhir nya Ukhti Farah dan Ukhti Alya berpamitan untuk segera pergi ke kampus.

Akhir nya Ummu Sholihat mengantarkan randy sambil menunjukan kamar yang akan ia tempati selama tinggal di rumah nya. kamar randy tidak besar namun sangat nyaman dan bersih di dalam nya, karena Ummu Sholihat senantiasa selalu menjaga kebersihan di dalam rumah nya.

Randy berganti baju di dalam kamar sambil beristirahat sekejap, tapi di sela-sela istirahat nya ia terus memikirkan kedua akhwat yang telah mencuri perhatian nya, Ukhti alya dan Ukhti Farah

Di sela-sela memikirkan kedua akhwat itu, muncul gairah nya menaikan nafsu yang disebabkan hormon testosteron nya naik, berakibat pada penis nya yang bergerak-gerak di dalam celana pendek randy.

Dalam hati nya, randy bertekad untuk bisa mnedapat kan kedua akhwat itu dalam waku 1 bulan selama ia tinggal di rumah Ummu Sholihat dan Ustadz Hafid.

Keesokan hari nya, pagi setellah sarapan Ummu Sholihat dan Ustadz Farid berpamitan pada randy untuk menghadiri suatu pengajian dan pulang agak sore, mereka menyuruh randy untuk menjaga rumah. Mereka pergi bersamaan dengan Ukhti Alya dan Ukhti Farah yang sama-sama berpamitan untuk pergi ke kampus nya masing-masing.
Karena kebosanan, randy memutuskan untuk menonton televisi di ruang tengan, di sela-sela santai nya, ia merasakan gairah nya naik kembali karena teringat akan kedua akhwat menggairahkan itu.
Penis besar nya pelan-pelan bergerak bangun dari dalam celana pendek yang ia kenakan, menyeruak membesar dan memngeras, membuat nya ingin mengeluarkan penis nya itu dari dalam celana nya atau membuka celana pendek yag ia kena kan.
Akhir nya ia melepas kan celana pendek nya dan mengurut-ngurut penis nya sendiri sambil merasakan sensasi mengocok penis nya sendiri dengan terbuka di ruang tengah rumah Ummu Sholihat bibi nya sendiri.
Randy terus mengurut-ngurut penis nya sendiri sambil dalam keadaan bawah nya yang sudah telanjang, hanya menyisakan tshirt berwarna biru yang ia kenakan.
Tetapi tanpa di ketahui, Ukhti Farah ternyata merasa handphone nya tertinggal di dalam kamar kost nya dan berniat untuk kembali ke rumah untuk mengambil handphone nya, begitu ia melewati halaman rumah Ummu Sholihat, ia melihat pemandangan yang membuat nya sangat kaget dari luar jendela kaca yang langsung menuju ke ruang tengah tempat randy mengocok-ngocok penis nya sendiri.
Ia mengendap-ngendap menyaksikan sebuah pengalaman yang baru pertama kali ia saksikan secara langsung dengan mata kepala nya sendiri, seorang ikhwan sedang memain kan alat kelamin nya sendiri….dan yang membuat nya bertambah kaget, randy memainkan penis nya sambil memanggil-manggil nama Ukhti Farah, meracau tidak jelas sambil memejam kan mata seperti orang yang sedang menahan geli.
Perasaan Ukhti Farah menjadi tak menentu, di sisi lain ia merasa itu bukan pemandangan yang harus ia lihat, tapi di sisi lain ini terlalu sayang untuk dilewat kan, sebuah penis laki-laki, alat kelamin seorang ikhwan yang menurut nya mempunyai bentuk yang sangat indah, besar dan berurat.
Keringat Ukhti Farah mulai bercucuran semakin lama ia menyaksikan pemandangan itu, dibarengi oleh rasa gatal yang menyerang pada organ tubuh bagian bawah nya yang sangat vital. javcici.com Ukhti Farah mulai merasakan ada perasaan aneh pada vagina nya, gatal dan mulai lembab, ingin rasa nya ia menyentuh vagina nya sendiri pada saat itu tapi rasa nya tidak mungkin.
Seiring dengan gairah randy yang semakin memuncak, ia melepas semua pakaian nya hingga telanjang bulat di ruang tengah, sambil mengocok penis nya dengan tambah cepat. Gerakan tangan nya semakin membaut penis nya bertambah keras dan mengeluarkan urat di sekitar batang penis nya…..dan keluar lah sperma dari dalam penis memuncrat keluar membasahi perut nya dengan sangat banyak dan kental.
Ukhti Farah dengan cepat merubah posisi berdiri nya ke posisi yang lebih terbuka agar bisa menyaksikan pemandangan yang sangat berharga ini. Ia sangat gelisah sekaligus shaywat seorang akhwat nya naik sangat tinggi, sehingga menangkis norma-norma yang selama ini ia tekuni. Perasaan nya berkecamuk dan memilih untuk terus menyaksikan hingga tuntas.
Setelah randy mengeluarkan sperma nya, buru-buru ia berjalan cepat menghindari posisi jendela kaca tempat nya mengintip dan kembali ke kampus, niat awal nya untuk mengambil handphone yang tertinggal menjadi pudar.
Di malam hari yang sama dengan kejadian sewaktu Ukhti Farah memergoki randy sedang bermasturbasi di ruang tengah, ia menjadi gelisah selalu terbayang di pikiran nya bentuk penis randy yang begitu mempesona pikiran nya, dalam hati bagaimana rasa nya bila tangan nya yang lembut itu menyentuh penis randy yg besar dan berurat itu.
Semakin buas Ukhti Farah membayang kan indah nya penis randy seorang diri dalam kamar nya, menyebab kan ada rasa yang aneh dalam diri Ukhti Farah. Ia menjadi tak konsentrasi belajar padahal ia adalah seorang akhwat sekaligus mahasiswi yang selalu semangat untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah nya atau untuk sekedar belajar di kamar.
Seiring dengan melayang nya pikiran Ukhti Farah, ia semakin tak terkontrol dan mulai merasakan ada rasa aneh yang tadi muncul ketika menyaksi kan aksi randy yang sedang mengocok penis nya, rasa aneh itu semakin besar menggelitik vagina nya.
Ukhti Farah lalu berbaring id atas ranjang nya sambil mengusap-usap vagina nya dari luar rok kain nya, di gesek-gesek kan nya jari dan telapak tangan nya ke arah vagina nya dari luar kain nya.
Ia merasakan kenikmatan yang baru pertama kali ia dapat kan, sebuah aktivitas yang tabu untuk seorang akhwat muslimah shalehah seperti diri nya.
Ukhti Farah lalu berdiri dan buru-buru mempreteli celana rok nya sendiri hingga menyisakan celana dalam nya saja yang berwarna kuning pada pakaian bawah nya, dan melanjutkan aktivitas baru nya menggesek-gesek vagina dari luar celana dalam nya kembali.
Gesekan di luar vagina nya semakin cepat, tangan nya semakin intens bergerak mengusap2usap vagina nya dari luar celana dalam. Hingga sampai ke masa dimana Ukhti Farah bergetar hebat sambil mengangkat kedua pinggul nya.
Dan membanjir lah celana dalam Ukhti Farah, seorang akhwat muslimah berhijab lebar yang baru merasa kan nikmat nya masturbasi. Vagina nya sangat basah dan lengket mengenai celana dalam warna kuning yang ia kenakan.
Nafas nya tak teratur kelelahan, ia terkulai lemas di atas tempat tidur nya, sambil merenungi apa yang baru saja ia lakukan, sebuah aktivitas yang sangat tabu bagi seorang akhwat shalehah berhijab lebar.
Setelah beberapa waktu, ia mulai bisa mengendalikan nafas nya dan buru-buru berganti pakaian, lalu bergegas untuk mandi junub sambil mengendap-ngendap.
Malam itu selepas semua nya melaksana kan sholat isya berjama’ah, mereka berkumpul di ruang tengah untuk menonton televisi sambil bersenda gurau dalam suasana hangat. Ummu Sholihat menanyakan tentang kuliah kepada Ukhti Farah dan Ukhti Alya, Ustad Hafid menanyakan tentang bagaimana perkembangan urusan pertanahan kepada randy, sudah sampai mana masalah yang ia uruskan.

Ukhti Farah sambil menonton televisi dan diselangi mengobrol dengan Ummu Sholihat atau Ukhti Alya, ia sesekali mencuri-curi pandang pada arah selangkangan randy, ia terlihat mengamati keadaan sarung yang randy kenakan, sambil membayang kan apa yang ada di dalam sarung randy.

Ummu Sholihat beberapa kali menguap menandakan ia sudah ngantuk, begitu pun Ustad Hafid yang terlihat sudah tidak bisa menahan kantuk, akhir nya mereka pun berpamitan untuk pergi ke kamar nya untuk tidur.
Ukhti Alya yang malam kemarin habis begadang mengerjakan tugas pun sudah terlihat mengantuk dan tak lama ia pun berpamitan untuk pergi ke kamar nya, sambil menyuruh Ukhti Farah untuk cepat tidur pula, tapi Ukhti Farah berkata ingin menuntaskan film yang ia saksikan dulu di televisi.
Kini tinggal randy dan Ukhti Farah berdua di ruang tengah, menonton televisi sambil sedikit-sedikit berbincang dengan tetap ada rasa malu-malu. Ukhti Farah terluhat agak canggung berdua dengan randy, namun randy merasa ini kesempatan terbaik untuk sedikit menambah kedekatan dengan Ukhti Farah
Tanpa disangka-sangka….Ukhti Farah menanyakan sesuatu pada randy, tentang apa yang di lakukan nya ketika ia masturbasi tempo hari itu di ruangan ini.
Ukhti Farah : Akhi…hmmm ana waktu itu liat Akhi…di sini..sambilll….
Randy : hah? sambil apa ya ukhti?
Ukhti Farah : sambil itu akh…..pegang-pegang kelamin antum sendiri….
ucap Ukhti Farah sambil menundukan kepala nya karena malu.
Randy : hah?? jadi kemarin itu anti liat ana lagi masturbasi disini??
Ukhti Farah : hmmm iya akhi dari yang ana lihat di internet nama nya masturbasi….tapi afwan akh ana ga sengaja lihat nya.
Randy : tapi gimana bisa ukh, anti kan kemaren pergi ke kampus?
Ukhti Farah : iya akh..tapi waktu itu ana balik lagi ke rumah untuk mengambil handphone yang ketinggalan, ga sengaja liat antum lagi itu disini..
Randy : ohh gitu….hmm afwan ya ukh…ana waktu itu pun khilaf karena ga tau kenapa nafsu ana naik
Ukhti Farah : i…iya gpp kok akhi, wajar dan manusiawi
Ukhti Farah masih menunjukan sikap yang malu-malu dengan sesekali menatap mata randy
Randy : hmmm berarti anti waktu itu liat penis ana dong ukh?
Ukhti Farah : i….iiya akhi..
Randy : hmmmm menurut anti gimana zakar ana? besar ga ukhti? hehe
Randy mulai berani menggoda Ukhti Farah karena melihat gelagat Ukhti Farah yang belum terlihat untuk pergi meninggalkan obrolan yang mulai mesum ini.
Ukhti Farah : Astagfirullah akhi……ga baik bertanya begitu
Randy : hehe ana kan cuma tanya ukhti…..lagian anti duluan kan yang bertanya soal ini pada ana
Ukhti Farah : i…iya sih, tapi itu kan ana cuma ingin tau…..tapi..
Randy : tapi apa ukhti?
Ukhti Farah : hmmm itu…zakar antum..
Randy : hehe kenapa dengan zakar ana ukh?
Ukhti Farah : hmmm …besar akh..
Randy : hehe anti suka?
Ukhti Farah : ga tau akh…
Randy : hehe hmm ukhti….boleh ana pindah kesitu duduk nya?
Ukhti Farah ? kenapa akh? kan sama aja tetap keliatan televisi nya
Randy : gpp ukh, pengen aja duduk berdekatan dengan anti
Ukhti Farah : Astagfirullah jangan akhi
Randy lalu berpindah tempat duduk ke sofa di sebelah sofa yang di duduki oleh Ukhti Farah, Ukhti Farah terlihat agak gugup menghadapi situasi ini, ingin rasa nya segera beranjak masuk ke kamar nya tapi ada sesuatu dalam diri nya yang membuat ia tetap tertahan dalam ruangan itu berdua dengan randy Randy menawarkan Ukhti Farah untuk bisa meliat penis nya sekali lagi, tapi Ukhti Farah buru-buru menolak nya padahal dalam hati nya ingin sekali melihat nya lagi, karena itu yang akhir-akhir ini dalam pikiran nya, bahkan kalau bisa bukan hanya melihat nya, tapi menyentuh dengan tangan nya.
Randy : hehe iya gpp kalo ga mau liat lagi…
Ukhti Farah : hmmm
Situasi yang mulai berpindah suasana ini membuat penis randy menyeruak bangun dari tidur nya, mengeras sedikit-sedikit membuat sebuah tonjolan yg terlihat dari luar sarung yg dikenakan nya. Hal itu membuat Ukhti Farah semakin gugup dan mulai berkeringat, tapi ia tak juga beranjak dari tempat duduk nya, hal itu membuat randy semakin berani menggoda Ukhti Farah.
Randy : hmm ukhti….
Ukhti Farah : ya akhi?
Randy : anti pindah duduk disini dong
Sambil menepuk sofa menandakan untuk agar Ukhti Farah berpindah tempat duduk ke sisi nya. Ukhti Farah menunduk sambil terlihat menimang-nimang sesuatu, namun akhir nya mengangkat bokong nya dari sofa dan berdiri…melangkah kan kaki untuk berpindah tempat duduk ke sisi randy.
Randy sangat kegirangan dalam hati nya, lalu mulai mengeluarkan SSI nya (speak-speak iblis)
Randy : anti cantik banget ukhti…pasti banyak di kampus ikhwan-ikhwan yang suka sm anti
Ukhti Farah : biasa aja akhi, antum terlalu memuji
Randy : anti pernah pacaran ukh?
Ukhti Farah : belum pernah akhi, pacaran itu haram tidak ada dalam islam
Randy : betul ukhti, tapi bagaimana kalau ada ikhwan yang berniat mengajak anti taaruf?
Ukhti Farah : hah? siapa akhi?
Randy : ya belum tau sih siapa, ini kan cuma misal nya
Ukhti Farah : ohhh..hmmm kalau ahklah ikhwan itu baik dan agama nya juga bagus kenapa ngga akhi, tapi ana ingin selesaikan kuliah dulu.
Randy : alhamdulillah kalo gitu ukhti
Sedikit-sedikit randy semakin merapatkan posisi duduk nya kepada Ukhti Farah, Ukhti Farah pun tak keberatan melihat pergerakan randy yang semakin merapatkan posisi duduk nya, membuat paha mereka bersentuhan dari luar pakaian nya masing-masing.
Randy : malam ini dingin ya ukh, angin nya besar
Ukhti Farah : iya akhi….sudah mulai masuk musim penghujan
Randy : kalo dingin gini hormon testosteron ana suka naik ukh, apalagi ditambah lagi deket sm anti
Bersamaan dengan randy yang melirik ke arah penis nya yang semakin tegak, memperlihatkan posisi sarung nya  yang mirip seperti anak laki-laki yang baru saja di sunat, memakai penyangga penis di dalam sarung, tapi ini karena penis nya yg mengacung tegak ke atas. Ukhti Farah pun meilirik ke arah pangkuan randy dan terhentak kaget melihat nya.
Ukhti Farah : Astagfirullah akhi….
Randy : ukhti….cantik banget malem ini, wangi…..
Sambil randy mulai mendekat kan wajah nya…semakin dekat pada Ukhti Farah, mencium aroma jilbab Ukhti Farah
Randy : iya ukhti…..makin keras sesuatu di dalam sarung ana
Ukhti Farah menjawab dengan sebuah tatapan ke arah mata randy, dibalas oleh randy yang semakin mendekat kan wajah nya pada Ukhti Farah…semakin dekat dan mulai mengecup bibir Ukhti Farah dengan lembut Ukhti Farah : ehh..jangan akhi…ini dosa
Ukhti sedikit menjauh kan bibir nya dari bibir randy dan terlihat gemetar, namun dalam diri nya tak bisa dipungkiri  ingin sesuatu yang lebih dari ini.
Randy : kenapa ukhti?
Randy mengangkat dagu ukhti farah lalu mulai berhadapan wajah kembali dan mulai mencium nya lagi, lebih dalam tapi ukhti farah tetap belum membalas ciuman randy, nafas nya mulai berat dan tak teratur, randy menenangkan nya dengan menaruh tangan nya di atas paha ukhti farah lalu mengelus-elus nya lembut
Ukhti Farah : ouucchhh akhi…
Ukhti farah mulai membalas lumatan randy dengan lidah nya, mereka saling bergelut lidah dengan memejam kan mata
Mereka berciuman semakin liar dan panas, ukhti farah bergerak semakin liar, memeluk tubuh randi dan sesekali dengan sengaja menyentuh kan tangan nya ke tonjolan di sarung randy, karena ia masih malu – malu untuk langsung meremas penis randy dari balik sarung nya.
Randy mengangkat tubuh ukhti farah lalu menduduk kan ukhti farah di pangkuan nya.
Randy : ughhh sini ukhti duduk di pangkuan ana
Ukhti Farah : aaaahhh iya akhi
Akhwat shalehah berjilbab lebar itu semakin larut dalam lautan birahi, semakin tersesat kedalam lorong-lorong yang berbelok-belok, gelap dan tak tentu arah, akal sehat nya sudah terpenuhi oleh syahwat.
Malam itu ukhti farah semakin larut dalam lautan birahi nya yang lama terpendam, ia semakin irat memeluk randy dan menempel kan dada nya pada dada randy sambil di gesek-gesekan nya, ciuman nya semakin liar dan kotor, percumbuan antara seorang ikhwan nakal dan akhwat shalehah berjilbab ini membuat suasana ruangan menjadi semakin panas.
Randy : uhhh ukhti…zakar ana makin keras, uhh bangun dulu ukh Randy menjauhkan tubuh ukhti farah dengan mendorong pinggang dan paha nya hingga ukhti farah

Randy : ouuuh pegang ini ukhti, ayo pegang sayang Randy mengelus-elus penis nya yang sudah mengeras dari luar sarung, membuat sarung nya semakin menonjol tegak ke atas di bagian tengah nya. Ukhti farah mencondong kan tubuh nya sedikit ke bawah lalu mulai meletak kan telapak

tangan nya ke tonjolan di luar sarung randy.

Ukhti farah : astaga akhii….keras sekali…

Ukhti farah lalu meremas nya sedikit dengan lembut.

Randy : uuuughh ukhti, anti mau liat zakar ana lagi?

Ukhti farah berdiri mematung di depan randy yang masih terduduk di sofa

Ukhti Farah : ma….mau akhi Randy : buka sarung ana ukh, ayo lepasin sarung ana

Dengan sedikit ragu ia mendekati randy lalu sedikit demi sedikit menarik sarung randy ke bawah hingga terlepas dari tubuh bagian bawah randy. Randy lalu mengurut-urut penis nya di depan ukhti farah sehingga semakin mengeras

Ukhti farah mengatakan hal yang tabu untuk di ucap kan oleh seorang akhwat shalehah berjilbab, bahkan itu dilakukan nya di depan seorang ikhwan yang bukan muhrim sambil memperhatikan kelamin ikhwan tersebut.

Ia sedikit demi sedikit mendekati tubuh randy, randy menyuruh ukhti farah seorang akhwat berjilbab untuk berlutut di depan kontol nya.

Ukhti farah mulsi menggapai penis randy dan menggenggam nya, ia merasa gugup sekaligus bernafsu, penis randy di perhatikan nya dengan seksama, di elus-elus nya dan sesekali ia meremas sambil menatap mata randy.

Randy : uuuuggghh ukhti nakal banget, mulai suka kontol yaa

Ukhti farah : hehe iya akhi, ana suka kontol antum, bentuk nya bagus, besar, panjang, berurat, ternyata begini ya bentuk kontol.

Randy : aaaaaahh ayo kocok kontol ana ukh, kocok naik turun dengan tangan anti

Ukhti farah : iya akhi…astaga akhi, kontol antum semakin mengeras.

Randy : aaaaahhh iya ukh, mesti dimasukin ke dalem mulut anti, coba deh anti jilat-jilat kontol ana uuuhh

Ukhti : ta…tapi akhi, ana blum pernah menjilaaa….

Belum selesai ukhti farah berbicara, randy menjambak dengan kasar jilbab di kepala ukhti farah lalu menarik kepala ukhti farah ke arah penis nya sehingga dengan sekali tarikan penis randy dapat masuk ke dalam mulut ukhti farah.

Randy : aaaaaaaaaahhhhh ukhtii…mulut anti enakk bangett..kontol ana nikmat banget di dalem mulut anti, basahh..hangatt

Ukhti Farah : hhhaaaalallpphhhhh hhhooollllmmppp hoollmmpp hhllmmpphh

Randy menekan-nekan kepala ukhti farah sehingga penis nya semakin masuk ke dalam mulut ukhti farah, ia terus memegang kepala ukhti farah hingga beberapa saat, setelah di lihat nya ukhti farah mulai menggerak kan sendiri kepala nya naik turun, baru lah ia melepaskan jambakan di jilbab ukhti farah

Ketika mereka semakin larut dalam lautan birahi, tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedang mengendap-ngendap dari arah selasar, tampak ingin tahu tentang suara apa yang sayup-sayup terdengar di ruang tengah.

Tampak Ukhti alya terperanjat kaget melihat kejadian apa yang sedang terjadi di depan mata nya, ukhti farah kawan satu kost dan kuliah nya yang terkenal sebagai akhwat shalehah berjilbab yang pintar, sedang mengulum alat kelamin randy sambil berlutut dengan lutut nya, ia tampak menikmati setiap kuluman mulut nya dan tiap-tiap jilatan lidah di penis randy.

Kekagetan Ukhti alya semakin bertambah melihat setiap gerakan ukhti farah yang semakin nakal, ia tak menyangka seorang ukhti farah yang sehari-hari nya adalah akhwat shalehah berhijab dan berkacamata minus, menjadi liar tingkah laku nya seperti perempuan haus sex.

Di satu sisi ia kagum juga dengan ukuran penis randy yang memang besar, diameter nya, panjang nya, sungguh indah bentuk nya, memang ukhti alya adalah seorang akhwat berjilbab juga, tapi predikat akhwat nya itu belum lama ia dapat kan, setelah ia diterima masuk kampus islam  ia berubah menjadi seorang akhwat berjilbab, dari awal nya seorang gadis kota yang selalu berpakaian modis, jilbab yang ia pakai sekarang pun termasuk model jilbab yang modis, tapi sungguh ia ingin berubah seiring dengan keinginan nya untuk menjadi guru agama islam dengan masuk ke perguruan tinggi islam di kota S.

Dan tak dapat dipungkiri juga, ukhti alya sudah mengenal seks ketika ia murid SMU, ia terjebak oleh mantan pacar nya kala itu yang merayu nya untuk berhubungan badan, disitu lah awal ukhti alya merasakan nikmat nya bercinta, walau sebelum itu pun ia pernah menonton film-film porno di internet secara diam-diam, dan bermasturbasi di kamar nya jika syahwat nya sedang naik.

Kala itu pun, ingin rasa nya ia segera pergi meninggalkan aktivitas mesum dua orang itu, tapi nafsu nya berkata lain, ia sangat penasaran dengan apa yang terkadi berikut nya ditambah bagian sensitif ukhti alya sudah sangat terangsang melihat aktivitas mereka, ingin rasa nya bergabung bersama ukhti farah untuk menjilati penis randy, tapi bathin nya terus melarang nya, di sisi lain vagina ukhti alya sudah mulai mengeluarkan lendir basah, ia dapat merasakan kalau celana dalam yang ia kenakan sudah mulai basah padahal ia belum menyentuh nya sedikit pun.

Ukhti alya semakin merasakan nafsu nya naik tak terkendali, ia meraba payudara dari luar kaos yang ia kenakan, meremas nya, sambil tangan lain sedikit-sedikit mengelus-elus vagina dari luar celana nya. puting nya mengeras, vagina nya mulai basah, becek di dalam celana dalam.

Apalagi begitu melihat kelakuan randy yg menjambak jilbab di kepala ukhti farah dan menaik turunkan kepala ukhti farah dengan kasar, mengeluar masukan penis nya di mulut ukhti farah, seakan-akan mulut ukhti farah adalah sebuah fleshlight.

Randy : aaahhhh ukhti…nikmat banget kontol ana di dalem mulut anti, basah…hangat uuhhh
Ukhti farah : hhooolllmmpphh hhoolllllppmmhh

Ukhti farah tak bisa menjawab karena mulut nya penuh dengan penis randy, ia hanya bisa memukul-mukul kan tangan nya ke sofa kalau randy menekan kepala nya terlalu kencang sehingga tenggorokan nya tersodok oleh kepala penis randy.

Lalu randy meremas dan menjambak jilbab di kepala ukhti farah kembali, dan menarik nya keatas sehingga kepala nya ikut tertarik, wajah nya menengadah, setelah senyum sejenak pada ukhti farah, randy menekan kembali kepala ukhti farah dan menaruh nya kebawah, ke arah biji penis randy yang menggantung.

Randy : ouuuhh ukhti…..ini biji kontol ana, ayo jilat yaa, emut biji kontol ana uuhhh
Ukhti farah : aaaaahhh baik akhi

Ukhti farah menjilati biji penis randy dengan telaten, sambil randy memain kan batang penis nya sendiri, sesekali randy bermain-main dengan menyelipkan penis nya ke kacamata ukhti farah, atau memukul-mukul kan batang penis nya ke kepala, jilbab, dan wajah ukhti farah, hingga ia beberapa kali harus membetulkan posisi kacamata nya yang miring setelah terkena penis randy.

Randy : aaaaaaahh ukhti..anti bener-bener haus kontol…akhwat binal….

Ukhti farah : tapi akhi suka kaan?

Randy : sukaa bangett, ukhti lonte

Ukhti farah : lonte itu apa akhi?

Randy : lonte itu ya akhwat kayak anti ini, haus kontol

Ukhti farah : uhhhh kalo gitu ana ingin jadi akhwat lonte akhi, lonte buat kontol nya akhi

Sementara itu ukhti alya semakin konstan memainkan vagina nya dari luar celana yang dikenakan nya, ia mencolok-colok vagina nya sendiri hingga vagina menjadi sangat basah. Ukhti alya membayang kan andai saja ia di posisi ukhti farah sekarang, dapat memainkan penis randy dengan puas seperti itu.

Akhi randy : ukhti, ana pengen liat tubuh ukhti, buka dong baju nyaa

Ukhti farah : tapi ana malu akhi

Randy : ahh ga usah malu, kan cuma kita berdua disini ukhti

Ukhti farah : iya ana malu sm antum, ana belum pernah telanjang di depan ikhwan

Randy : gpp ga usah malu, ukhti kata nya pengen jadi lonte, masa lonte malu-malu gitu

Ukhti farah : hmmmm iya baik akhi

Ukhti farah lalu mencopot pakaian nya satu persatu sembari berdiri di depan randy, hingga bra dan celana dalam nya pun ia copot padahal randy belum menyuruh untuk mencopot dalaman pakaian ukhti farah, Ukhti farah : akhi, jilbab nya jangan di copot ya, aurat

Randy : hehe iya ukhti, ana ga nyuruh anti buat mencopot jilbab anti kok

Ukhti farah : hehe iya akhi

Randy : uhhhhh tubuh anti mulus banget ukhti, memek anti lebat yaa bulu nya….jarang di cukur ya?

Ukhti farah : iya akhi hehe…sudah jangan di perhatikan begitu akhi…..ana malu

Randy : memek anti basah yaa ukhti

Ukhti farah : iya vagina ana basah akhi

Randy : apa shi vagina ga seru banget, ini memek nama nya ukhti bukan vagina

Ukhti farah : hmmm i..iya akhi

Randy : coba sekali lagi, ini apa nama nya?

sembari randy mengelus-elus vagina ukhti farah

Ukhti farah : aaaahhhh geliii akhi…iyaaaa akhi, memek….memek ana basahh aaaahhh nikmat akhi memek ana

Randy : uhhh basah banget…..coba anti maenin memek pake tangan sendiri di depan ana

Randy : ughhhh ayo balik badan ukhti…..ana pengen liat pantat ukhti

Ukhti farah : uhh baik akhiUkhti farah lalu membalik kan badan nya memperlihatn kan bokong nya kepada randy sambil ia merangkak nakal.

Ukhti farah menungging sambil merangkak dengan binal nya di depan randy yang sedang mengocok penis nya, sambil menggoyang-goyang kan pantat nya telanjang.
Randy : uughhh ukhti, kau binal banget malem ini…kontol ana makin keras
Ukhti farah : binal itu apa kah akhi?
Randy : binal itu pokok nya kesukaan ana banget..kamu ukhti binal…akhwat binal
Ukhti farah : uhhh akhi, iya ana akhwat binal, alhamdulillah kalau antum suka sama akhwat seperti ini
Ukhti farah : seperti ini akhi? antum suka kontol nya di jepit pake toket ana? terus di maenin pakai jilbab ana?
Randy : aaaaggghh iya ukhti enak banget di gituin, ana suka
Ukhti farah : iya syukur kalau antum suka akhi ouhh kontol akhi makin besar…..makin kerass yaa…ana sukaa liat nya
Tiba-tiba randy menjambak jilbab di kepala ukhti farah dan meremas nya, ukhti farah terhentak kaget sambil menatap mata randy. Randy lalu menekan kepala ukhti farah sehingga wajah nya mendongak ke atas.
Randy : uuuggh ukhti, coba buku mulut anti yang lebar
Ukhti farah : ke….kenapa emang nya akhi?
Randy : buka aja ukhti, coba buka mulut nyaa
Ukhti : i….iya akhi………..aaaaaaaaaaaaaaaaahhhh
Ukhti farah menuruti apa yang disuruh oleh randy lalu memubuka mulut nya lebar sehingga randy dapat melihat lidah, gigi dan tenggorkan ukhti farah dari arah atas. Randy lalu mengumpul kan air liur nya di dalam mulut lalu sedikit-sedikit mendekati mulut uikhti farah yang terbuka lebar, lalu melepehkan air liur dari dalam mulut randy ke mulut ukhti farah
Randy : hhhhllmmphhhhh cuiiiihhhh ……cuuuiiiiihhhhhhh
Ukhti farah : aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh aaaarrr hhhhhhhhhh
Randy : jangan tutup mulut kamu sebelum ana suruh ya ukhti binal
Ukhti farah hanya bisa menjawab dengan menggangguk kan kepala nya, sembari randy masih menjambak jilbab di kepala nya sehingga wajah ukhti farah masih mendongak ke atas.
Randy : telan ukhti….telan liur ana hehe
Ukhti farah : aaaaaaaaaaaaahh aaahhhhll
Ukhti farah menggangguk lalu menelan ludah randy hingga habis
Randy : hehe gimana ukhti? enak ga ludah ana?
Ukhti farah : uggh akhi, kenapa sih antum ludahin mulut ana…jadi aja ana telan ludah antum
Randy : hehe abis ana suka sih ukh ludahin akhwat binal seperti anti ini
Ukhti farah : kok gitu akhi?
Randy : itu tanda nya ana suka sm anti ukhti binal hehe
Ukhti farah : hmmm kalo gitu ana ikhlas deh di ludahin oleh antum
Randy : hehe iya dong mesti ikhlas
Ukhti farah : tapi ngomong-ngomong akhi….kok ana jadi suka yaa…sensasi nya bikin gimanaa gitu kalau ana telan ludah antum
Randy :: nah kan anti jadi suka? enak ga ludah ana ukh?
Ukhti farah : hmmm i..iya enak akhi
Randy : bilang dong terima kasih sudah ana ludahin mulut anti
Ukhti farah : i…iya akhi syukron sudah meludahi mulut ana
Randy : hehe nah gitu dong..

khti alya yang melihat kejadian nya ini semakin panas dingin di buat nya, ia tak menyangka ukhti farah yang terkenal sebagai akhwat shalehah merasa ikhlas untuk di ludahi mulut nya, randy dengan santai nya meludah ke dlaam mulut ukhti farah.
Randy : ughh ukhti…ana pngen ngentotin ukhti sekarang…pengen jima sm ukhti…tapi terlalu riskan melakukan nya disini.
Ukhti farah : ta…tapi, ana masi perawan akhi, ana takut
Randy : iya sih pasti anti masih perawan……yaudah ga jadi deh…..hmm ana zinahi mulut anti aja yaa
Ukhti farah : zinahi mulut ana? bagaimana cara nya akhi?
Randy lalu mendorong kepala ukhti farah dengan kasar sambil ia bangun dari sofa nya lalu berdiri di atas ukhti farah yang masih berlutut di depan randy
Randy : nahh sekarang buka mulut kamu yaa akhwat binal
Ukhti farah : ii…iya akhiii………aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhh
Ukhti farah membuka lebar mulut nya sambil mata nya menatap randy ke atas dengan sayu. Tiba -tiba randy mengurut-urut penis nya lalu mengarahkan penis nya ke dalam mulut ukhti farah yang sedang terbuka lebar
Ssslllleeeeeeeeeeeeppphhh
Randy : aaaaaaaaaahhhhh enakkkk
Ukhti farah : hhaaaaaaaallllllllllmmmmmmppp
Sembali randy memegang kepala ukhti farah dengan kedua tangan nya, ia dengan cepat memasukan penis nya ke dalam mulut ukhti farah, mendorong nya hingga ujung penis randy menyentuh tenggorokan ukhti farah. beberapa kali ukhti farah merasa tersedak tetapi tetap membiarkan penis randy di dalam mulut nya.
Randy lalu mengeluar kan masuk kan penis nya ke dalam mulut ukhti farah dengan lembut sambil menikmati kuluman lidah ukhti farah di penis randy, kedua cengkraman tangan randy di jilbab dan kepala ukhti farah berubah menjadi remas di jllbab ukhti farah, ia memaju mundur kan kepala ukhti farah seakan-akan randy sedang melakukan penetrasi ke lubang vagina seorang wanita.
gerakan nya semakin cepat dan konstan, membuat ukhti farah menjadi kelabakan menerima sodokan-sodokan penis randy di mulut nya.CERITA BOKEP KOS KHUSUS AKHAWAT

Di sisi ruangan lain, Ustad farid dan Ummu Sholihat sedang berduaan di kamar nya sehabis melakukan tadarus bareng sebelum tidur, memang mereka sebagai pasangan sholeh dan sholehah selalu melakukan ibadah secara bersama-sama.

Utad farid : umi, abi senang dengan randy, dia anak yang baik dan sopan ya
Ummu sholihat : iya abi, alhamdulillah kalau abi senang randy tinggal di sini, randy kan keponakan umi
Ustad farid : iya abi senang kok
Ummu Sholihat : iya randy sudah besar sekarang, tumbuh menjadi laki-laki yang sopan dan sholeh, ganteng lagi hihihi
Ustad farid : hush umi ini…….hmm umi abi kangen sama umi hehe

Ummu sholihat : iiihhhh abi zakar nya udah ngaceng aja
Ustad farid : hehe iya abis syahwat abi naik sih umi
Ummu sholihat : hihihi iyaa tuu sarung abi jadi nonjoll Ummu sholihat lalu meremas penis ustad farid dari luar sarung yang dikenakan oleh ustad farid

Ummu sholihat : loh abi ga pake celana dalam yaa

Ustad farid : hehe iya umi, tadi lepas sewaktu umi ke kamar mandi dulu

Ummu sholihat : iiihhh abi nakal hihihi

Ustad farid : sini cium abi umi Ustad farid dan ummu sholihat sudah tampak bergairah malam itu, sepasang suami istri halal sedang memadu kasih di kamar nya

Ustad farid : aaaahh umi syahwat abi udah naik banget, umi buka gamis nya yah

Ummu sholihat : iyah abiii umi juga…bentar umi buka gamis dulu yah

Ustad farid : iya tapi jilbab nya jangan dibuka umi hehe

Ummu sholihat : iiiihh abi nakal nihm, iyaa umi ga akan buka jilbab

Ummu sholihat membuka gamis nya di depan ustad farid sambil meliuk-liuk kan tubuh genbor nya, bergerak nakal sambil ustad farid pun mempreteli sarung dan baju koko nya. Ustad farid lalu menduduk kan ummu sholihat di pangkuan nya sambil berciuman liar

Ummu sholihat lalu mendorong suami nya ke ranjang supaya terlentang di ranjang kasur, lalu langsung meraih penis suami nya dengan cepat dan mengocok nya konstan naik turun, ustad farid merasa istri nya ini semakin liar dari hari ke hari.

 

Ummu sholihat terus mengocok penis suami nya dengan cepat hingga penis ustad farid semakin mengeras dan mengeluarkan precum yang membasahi ujung penis dari lobang kencing nya Ummu sholihat, seorang ummahat shalehah berhijab lebar kini berubah menjadi ummahat binal yg liar di depan suami halal nya Ummu sholihat lalu menaiki tubuh suami nya, bangun berdiri mengangkangi tubuh suami nya, agak rendah lalu menggesek-gesek kan vagina nya ke kepala penis suami nya.

Bagaikan seekor cacing kepanasan, ia bergerak liar mengusap-usap clitoris nya dengan kepala penis, membuat vagina nya semakin basah mengeluar kan cairan pelumas vagina yang meluber membasahi penis ustad farid.

Ummu sholihat : ooohhhh abi..umi udah ga kuatt….umi masukin yaaahhh aaahhh
Ustad farid : aaaaaahhh iya umii
Ummu sholiihat : bismillahhhh

bleeeeeeeeeessssssssssssssss……

Mari gabung di ono4d Agen Togel Terpercaya Deposit Pulsa.
– Min DP 25 Ribu
– Bisa Deposit via Pulsa XL/Axis/Telkomsel/Tri
– Bonus Cashback 5% dibagikan setiap Hari Senin

Diskon Togel :
– 4D : 66%
– 3D : 59%
– 2D : 29%

Salam Hokky Selalu,
onokeren.com
WA : +855969374187
FB : ono4d
LINK ALTERNATIF : cutt.ly/4dhoki

 

 

 

Rina Anggrek

ono4d.com Agen Togel Terpercaya Deposit Pulsa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *